Alat Bantu Kehidupan Tunanetra untuk Jadi Lebih Baik

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 285 juta orang tunanetra di semua dunia. Sementara di Indonesia, KEMENKES memperkirakan, 1,5 % komunitas Indonesia merupakan penyandang tunanetra, yg berarti ada seputar 3,6 juta orang di Indonesia yg mengalami kebutaan.

jari jemari buta alat bantu tunanetra

Yakni Mada Karipura Panca Rosa, seseorang lulusan SMA Negara 2 Batu, Kota Batu, jatim yg sukses menciptakan piranti buat mempermudah penyandang tunanetra. Piranti ini dinamai Jari Jemari Buta. Piranti yg berbentuk sarung tangan ini di lengkapi bersama 5 pemeriksaan berlainan yg berfungsi menunjang tunanetra melaksanakan bermacam kegiatan.

Mada menyampaikan, inspirasinya menciptakan Jari Jemari Buta merupakan neneknya sendiri, yg adalah satu orang sepuh yg mengalami kesusahan utk bergerak. Ya, kepada awalnya, piranti ini dibuat bersama maksud buat menopang beberapa orang yg telah lanjut umur yg mempunyai keterbatasan dalam bergerak.

Tapi, Mada memaparkan, sesudah memperoleh usulan dari bermacam macam pihak, dirinya sadar bahwa sarana buatannya dapat lebih bermanfaat bagi tunanetra. “Perangkat ini setelah itu disebut ‘Jari Jemari Buta’ lantaran berbentuk seperti jari-jari tangan & dipasang kepada jari-jari tangan penggunanya,” kata Mada.

Jari Jemari Buta dibuat bersama tehnologi controller mikro Intel yang merupakan basisnya. Dia di lengkapi bersama 5 pemeriksaan yg menggunakan fungsi pemeriksaan kepada controller mikro Intel. Kelima pemeriksaan tersebut yakni pemeriksaan cahaya. pemeriksaan ultrasonik, pemeriksaan karbon, pemeriksaan suhu & pemeriksaan gerak.

Pemeriksaan cahaya menunjang konsumen utk tahu apakah lingkungan sekitarnya gelap atau jelas. Pemeriksaan ultrasonik mempermudah costumer tahu kala mereka bergerak jelang obyek tertentu. Pemeriksaan karbon berfungsi sebagaimana pendeteksi asap atau api.

Pemeriksaan suhu, seperti namanya, berfungsi utk mendeteksi suhu. Sementara pemeriksaan gerak berfungsi utk mengetahui apakah ada kegiatan di kira kira costumer. Costumer dulu bakal memperoleh notifikasi berupa nada.

Berkat Jari Jemari Buta, Mada sukses menyabet pemenang satu di Innovation Fair 2016 yg diselenggarakan oleh Sampoerna University & didukung oleh Intel & USAID. Mada menyebut, alasannya pilih controller mikro Intel merupakan sebab dirasa mempunyai fungsi yg lebih kumplit seandainya di bandingkan dgn controller mikro lain, salah satunya fungsi Bluetooth.

Inovasi buatan Mada ini serta memperoleh apresiasi dari Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha. Elemen ini bukanlah faktor yg aneh, mengingat Intel memang lah mau mensupport generasi belia buat mencari ilmu STEM atau Science, Technology, Engineering & Mathematics.

Utk para peserta didik, pendidik, produsen & peminat elektronik, Intel sediakan 3 type papan controller mikro berbasis arsitektur Intel x86 adalah Intel Galileo, Edison & Genuino, papan terkini dari Intel. Ketiganya open-source & enteng diperlukan bersama hardware.