Hubungan Antara Kista dan Kehamilan

Penyakit kista yang menyerang pada alat reproduksi, membuat sebagaian orang punya kekhawatiran yang tinggi tentang kehamilan. Masalah antara kista dan kehamilan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, dan asupan yang dikonsumsi. Banyak kabar yang beredar bila terjangkit kista tidak bisa hamil dan sebagainya, hal ini menambah was-was bagi kebanyakan wanita. Kista dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Kista patologis, kista ini termasuk kista yang tidak normal. Kista yang cenderung mengundang bahaya bagi ibu hamil, karena adanya sel kanker yang bisa menimbulkan keguguran, sehingga perlu adanya pemeriksaan dan deteksi dini. Bisa dilihat lebih akurat dengan USG. Kista ini berasal dari rongga panggul, dan biasanya memiliki akar yang bisa meningkatkan komplikasi dengan tingakatan yang serius bila kehamilan sudah mencapai 10-15 pekan.
  2. Kista fisiologis, jenis kista ini merupakan kista yang besifat alami. Jadi kista ini tidak termasuk kista yang berbahaya, dan tidak membahayakan bagi ibu hamil ataupun pada janin. Akan tetapi tetap bisa terjadi rasa sakit karena kram perut dan rasa mulas pada perut. Pada pekan ke 10 kista ini akan cenderung menyusut dan bisa menghilang setelah pekan ke-16.

Sebgai wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan rutin sehingga hubungan antara kista dan kehamilan bisa dideteksi lebih dini. Apakah benar-benar kista itu berbahaya bagi kehamilan atau tidak, atau mungkinkah kista yang alami bisa mengarah menjadi kista yang berbahaya. Hal itu perlu adanya pengetahuan ibu hamil akan bahayanya antara kista dan kehamilan. Seberapa jauh bahayanya, dan cara mendeteksi bagaimana kista itu terjadi.

kista-dan-kehamilan

Jenis kista bisa dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Kista ovarium, kista yang tidak mempengaruhi kesuburan pada wanita. dan tidak berbahaya pada wanita hamil, namun rasa nyeri dan sakitnya bila tidak diperhatikan dan tidak dideteksi dini bisa mengakibatkan bayi premature.
  2. Kista endometiosis, bentuknya bisa seperti kelenjar di luar rahim atau di dinding rahim. Kista satu ini bisa menghambat kesuburan. Pada dasarnya kista ini bisa disembuhkan dengan deteksi dini, bukan berarti bisa menghambat untuk mempunyai keturunan. Jadi sebenarnya perlu untuk mendeteksi dini,  segala keluhan dan memeriksakan penyakit kepada dokter spesialis. Karena dengan bisa melakukan deteksi dini, penyakit ini bisa ditangani lebih awal. Bisa mempunyai harapan untuk hamil juga sangat besar, dengan demikian penting untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Melakukan pencegahan dengan obat alami bisa dilakukan, namun apabila hal itu tetap dibiarkan saja maka akan semakin membengkak dan berbahaya.

Sehingga penting bagi wanita untuk tahu hubungan antara kista dan kehamilan, itu merupakan pengetahuan penting untuk diketahui agar bisa mengatasi panik ketika mengetahui hal itu. Sehingga tidak mengakibatkan kesedihan atau bahkan stress karena masalah yang belum pasti. Perlu pemeriksaan berulang sehingga tidak pada satu kesimpulan. Perlu kiranya untuk membandingkan bagaimana kondisi yang dirasakan, dan keluhan-keluhan. Sebaiknya melakukan pemeriksaan tidak hanya dari satu referensi dokter, bisa jadi tidak semua dokter punya opini yang sama. Sebaiknya mencari dokter yang benar-benar spesialis sekaligus mampuni dan punya segi pengalaman yang tinggi. Karena setiap dokter punya cara sendiri-sendiri ketika menangani hal serupa. Kebijakan dokter tidak selalu sama, maka berobatlah pada dokter yang membuat nyaman. Selain itu boleh kiranya mencoba dokter yang mempunyai testimoni dari pasien yang bagus. Sehingga masalah antara kista dan kehamilan ini tidak membuat stress dan panik.