LG Berhenti Produksi Curved TV, Samsung Lanjut Terus

Pada CES 2017 (Consumer Electronic Show) pada Januari kemarin, di mana sebagian besar TV baru yang akan diluncurkan tahun ini diperkenalkan, LG menegaskan bahwa mereka tidak lagi menjual TV melengkung (curved TV). Semua TV OLED mereka yang baru, hanya akan memiliki layar datar.

“Sementara TV OLED pertama memiliki bentuk melengkung, tapi begitu versi layar datarnya tersedia di pasar, orang ternyata lebih memilik membeli TV berlayar datar, hal ini menjadi jelas bahwa versi datar lebih disukai, terutama oleh videophiles (para penggila gambar),” jelas Tim Alessi, Direktur LG untuk Pengembangan Produk Baru. “Karena daya tarik melengkung adalah murni estetika dan tidak meningkatkan kualitas gambar sama sekali, kami lebih memilih untuk fokus pada bentuk datar untuk TV.”

Dengan mundurnya LG dari pasar TV melengkung, maka Samsung menjadi satu-satunya merek yang menjual TV melengkung pada tahun 2017. Seorang juru bicara Samsung mengatakan, akan ada “proporsi yang sama” antara TV melengkung dan datar, untuk TV OLED kelas premium. Seri unggulan TV Oled Q9 akan menjadi TV layar datar di tahun ini, seri Q8 yang berada dibawahnya akan menjadi TV melengkung, dan seri Q7 akan memiliki pilihan baik layar datar dan melengkung. Samsung mengatakan perbedaan harga antara TV melengkung dan datar bervariasi pada tiap model, walau Samsung belum merilis semua harga resminya.

“Dari sudut pandang kami itu adalah pilihan bagi konsumen,” kata juru bicara Samsung melalui email. “Setelah penelitian pada pola pembelian konsumen, kami menemukan bahwa beberapa konsumen menginginkan pengalaman yang lebih mendalam saat menonton TV, beberapa lebih suka penampilan estetika, dan beberapa menyebut kedua hal tersebut sebagai faktor yang menyebabkan mereka membeli TV melengkung.”

Baik LG dan Samsung menolak untuk membagikan data penjualan dari TV melengkung vs TV datar. Namun Samsung mengatakan telah melihat pertumbuhan dari tahun ke tahun, dalam penjualan TV melengkung sejak TV melengkung diperkenalkan di pasar, terutama di kategori ukuran 50-inci dan lebih besar. Dari hasil ini, tidak heran Samsung ingin mempertahankan produk TV melengkungnya.