Mengungkap Jejak Struktur Kuno Dengan Teknologi Laser

Mengungkap Jejak Struktur Kuno Dengan Teknologi Laser – Diperkirakan ribuan web bersejarah waktu ini tersimpan di bawah lapisan tanah atau di balik hutan. Namun ilmuwan mempunyai technologi pemindaian laser yg dapat mengungkap jejak struktur kuno di bawah permukaan bumi.

arkeologi yang menggunakan teknologi laser

Utk melacak rahasia periode dulu, para peneliti bekerja dari hawa. Peralatan yg diboyong : technologi laser trendi. Sarana ini dapat mengungkap sisa bangunan yg tak didapati diawal mulanya. Caranya : bersama pemindai laser yg dapat menembus pohon, semak, rumput sampai ke bawah tanah. Melalui metode ini, limes – benteng pertahanan jaman Romawi, sanggup diteliti bersama perspektif baru. Tidak Sedikit bidang yg sekarang nyaris tak nampak bersama mata telanjang.

Arkeolog Martin Schaich : “Jejak yg ada nyaris tak nampak lagi. Melalui pemindai laser seluruh sanggup nampak lebih terang. Serta sisa bangunan, yg bisa saja cuma 10 sentimeter di atas permukaan tanah. Jikalau di hutan satu orang pakar serta tak dapat mampu melihatnya.” Cuma dalam sekian banyak detik, areal lumayan luas mampu dipindai. Scanner mengukur dgn kecepatan cahaya jarak ke tanah. Dari data ini dapat didapati apakah yg berada dibawah sana cuma pohon yg tak utama atau sisa bangunan bersejarah.

Panjangnya 550 kilo meter, ada 900 pos penjaga & 120 ruang kastil. 2000 th yg dulu disini ada system benteng & terowongan raksasa. Bangunan buat melindungi kota dari invasi asing, saat ini nyaris dikuasai sepenuhnya oleh alam. Namun berkat pemindai laser, seken lubang-lubang tiang yg terdeteksi dapat jadi patokan buat membangun kembali citra menara pengawas, dalam model tiga dimensi. Ini perspektif yg sama sekali baru bagi penelitian. Trayek pertahanan kerajaan Romawi mampu tampak dgn terang.

Proyek berikutnya dari para arkeolog laser ialah Walhalla, kuil di Jerman yg dibangun meniru Pantheon di Yunani. Umurnya memang lah baru 200 thn tetapi tak kalah menariknya bagi para ilmuwan & tekniknya. Bidang dalam & luar bangunan sudah diukur sepenuhnya. Sekarang giliran sektor fundamen.

Di lorong bawah tanah yg lembab, arkeolog memanfaatkan pemindai laser stasioner yg lebih mutakhir lagi. Media ini bisa mengukur dengan cara cek & teramat serentak. Retakan pun kerusakan yg tak nampak & membahayakan bangunan sanggup ditemukan. Pemindai pun tetap mengungkap elemen lain. Seperti tidak sedikit area yg diawal mulanya tak didapati. Sinar laser mampu mengungkap rahasia periode dulu.

Tim arkeologi mengembangkan drone baru yg lebih mungil supaya dapat memindai ruangan yg susah terjangkau. Mereka sukses menyatukan jutaan data laser baru. Para arkeolog mengharapkan sanggup mengungkap cuplikan histori baru bersama kabar yg lebih mendetail.